Thursday, December 6, 2012

Trick-or-treat!


"Dah cantik la tu."

"Jap, last touch-up."

"Dah, pi ready. Pakai baju hitam siap-siap."

---

"Sini la kot."

"Aishh. Nanti terpijak, naye kita."

"Dah tu, nak letak kat sini?"

"Ssshhh..korang ni, nak merompak tak reti senyap ke?" Alf dengan nada berbisik.

Erkk?! Cahaya dari sliding door menarik ketiga-tiga kepala berpaling ke arah yang sama. Hambek kau, tuan rumah dah jaga. Seketika, mereka saling berpandangan. Alf dengan riak 'told'ya so'. Bet dan Phi cuak. Apa lagi, cabut!!

---

Im perlahan membuka pintu rumah. Tangan kiri dah tersedia mengayun kayu besbol kalau dah terdesak. Diintai-intai ke luar rumah. Takdepape. Senyap. Sunyi. Tipikal malam. Tapi, tadi macam... ishh..bebudak nak trick-or-treat kot. Eh? Ade ke?

Pandangannya teralih ke arah kakinya pula. Kedua mata tertancap pada kotak berbalut di depan kakinya. Bom ke? Haishh.. Tangan kiri menguis-nguis kotak tersebut. Diangkat pula. Ringan. Betul la bom...


---

"Al, aku nak pinjam bahu boleh?"

"Erk?!" Apa penyakit kawan aku malam-malam ni?

"Nak nangis la."

"Gentleman mana boleh nangis."

"Ni ha." Im mengunjukkan belon helium kepada Al. Tadi, buka-buka je kotak berbalut tu, terapung belon helium kat depan muka. Mata Im cepat-cepat menangkap kad ucapan di hujung tali tersebut. Terus tangannya mencapai kad ucapan tersebut.

"Sapa bagi?"

"Baca la dulu."

Dada kad ucapan dibuka.



Ketika kubaca firmanNya, "Sungguh tiap mukmin bersaudara"
Aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
Tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

Aku ingat pertemuan pertama kita, Akhi sayang
Dalam dua detik, dua detik saja
Aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan,
Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
Dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

Ya, kubaca lagi firmanNya, "Sungguh tiap mukmin itu bersaudara"
Aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan

Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping

Kubaca firman persaudaraan Akhi sayang
Dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;
"Para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain...
Kecuali orang-orang yang bertaqwa"



- Salim A. Fillah, 'Dalam Dekapan Ukhuwah'

Flying to; Abang Im dan Abang Al,
Sincerely, adik-adik fillahmu,
Alif Alphα
Badrul βeta 
Firuz Azlan Phi Φ


"Im..."

"Hmm..."

"Pinjam bahu."

"Gentleman mana boleh nangis." Im mengajuk gaya Al. Senyum.

"Case ni exceptional."


[Trick-or-treat]
Puisi tu, best kan? :')
Ignore the cerita. 
Tujuan saya menghapdet sebenarnya untuk berkongsi puisi Salim A Fillah tu je sebenarnya. Tetiba je terbuat cerita =P
Habiburrahim



2 comments:

muhammad fakhar muhammad nur said...

As Salam, i am currently conducting a survey about mosque in Malaysia for my master thesis. it would be a big help if u could help me to answer the survey. Thanks in advance.
https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dGhMa19JeDlpZ04xajZTVnROYVl2cWc6MQ#gid=0

Siti Hussain said...

sweet :)

Gadgets By Spice Up Your Blog